Tadinya saya mau nulis di blog satunya yaitu magicminister@blogspot.com tetapi kok nggak mendapat ide untuk ditulis. Maka saya beralih menulis di sini yang ceritanya memang lebih mengarah ke kehidupan sehari-hari saya dan mungkin Anda.
Beberapa hari yang lalu teman saya bertanya kepada saya, "Emang loe ikut kuis-kuis gituan menangnya banyak Trid?"
Saya menjawab dengan sedikit rasa kecewa menyelip, "Ya, paling 1 bulan 1 kali lah."
Kenyataannya memang rata-rata satu bulan sekali hanya 1 hadiah yang mampir ke rumah gue, bahkan kurang. Selalu ada saat-saat tidak menang sama sekali yang artinya hanya menghabiskan waktu dan listrik (buat menyalakan komputer) dan biaya internet juga tentunya.
Tetapi rasa kecewa gue pada waktu itu adalah sebuah kesalahan. Perasaan kecewa bahwa gue menang 1 bulan 1 kali menjadi seperti tidak bersyukur pada rezeki yang telah datang (sebagai informasi, tulisan yang benar adalah rezeki, menggunakan 'z'). Ya, gue nggak akan kecewa lagi mengenai hal ini. Kalah pun seharusnya tidak kecewa kok, apalagi menang.
Kemudian gue melihat lagi lebih jauh. Jika gue menang, gue akan menjadi bersemangat. Seharian mencari kuis dan berkutat di depan komputer (padahal tugas dan kerjaan masih banyak). Setelah itu, rasanya tidak ada satu hal pun yang dapat menghalangi gue menang. Gue akan merasa semua jawaban gue adalah yang terbaik atau nama gue pasti akan keluar saat diundi. Bagi yang pernah membaca (dan membaca dari awal sampai akhir), perasaan gue mungkin seperti minum ramuan felix felicis di Harry Potter. Ramuan keberuntungan yang membuat peminumnya beruntung tetapi mematikan jika diminum berlebihan.
Boleh percaya atau tidak percaya, satu kemenangan yang membuat gue bersemangat akan membawa kemenangan lainnya (dalam pengalaman gue mengikuti kuis). Itu yang gue rasakan. Lalu apakah hal itu berlangsung terus? Tidak. Setelah diikuti kemenangan yang ke-2 kalinya atau ke-3 kalinya (sebanyak-banyaknya gue menang kayaknya belum pernah sampai 4 kali menang berturut-turut), gue akan sibuk mencari-cari pengumuman pemenang kuis-kuis lain. Bisa ditebak, ketika gue melihat tidak ada lagi kuis yang gue menangkan, semangat gue akan turun lumayan jauh. Mulailah seperti kembali ke nol, seolah-olah kemenangan sebelumnya tidak pernah ada.
Baiklah, sekarang waktunya problem solving. Pertahankan semangat seperti kita adalah pemenang di segala hal. Mulailah dengan berkata kepada diri sendiri 'aku bisa', 'aku pasti berhasil', 'aku pasti menang'. Ini berlaku tidak hanya waktu mengikuti sebuah kuis atau lomba. Ini berlaku di setiap situasi, dalam waktu apa pun, di tempat mana pun. Kedengarannya terlalu percaya diri? Mungkin. Tetapi Anda perlu mencobanya karena cara ini berhasil, paling tidak bagi gue. Malah hal ini membangkitkan rasa percaya diri. Rasanya, kembali gue ingatkan, seperti minum felix felicis. Bahkan ketika berbicara dengan orang lain pun akan terasa rileks lebih dari biasanya. Sebisa mungkin gue akan terus mengingatkan diri sendiri (diri sendiri dulu baru orang lain) agar terus mempunyai semangat sebagai pemenang.
Sesekali ingatlah saat-saat kemenangan atau keberhasilan di masa lampau, bukan untuk hidup di dalamnya tetapi rasakan lagi perasaan bangga dan semangat yang terpancar saat itu. Bangkitkan kembali ke saat ini.
Kok gue jadi kedengeran kayak motivator atau hipnoterapi gitu ya? Biarin deh.
Pertahankan semangatmu, kawan-kawan.
Tampilkan postingan dengan label kuis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuis. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Mei 2013
Senin, 20 Mei 2013
Share Melulu Loe! Kebanyakan Mention Loe!
Tulisan berikutnya oleh Astrid ini salah satunya adalah mengenai kebiasaan Astrid mengikuti kuis terutama di Facebook.
Banyak, bahkan hampir semua, kuis memberi syarat untuk membagikan info kuis mereka dengan tombol share di Facebook. Dengan begitu, tentu saja hasil share muncul di timeline kita dan dapat terlihat oleh teman-teman kita di seantero jagad raya (asal dia adalah friend kita di FB).
Pengalaman gw, beberapa teman mungkin tidak akan memberikan toleransi bagi share dan keputusan akhir adalah unfriend. Berbulan-bulan yang lalu, gw kehilangan 5 teman di FB mungkin karena mereka unfriend atau paling parahnya nge-block FB gw... Hiks... Sayangnya gw nggak tahu 5 orang itu siapa. Let it go.
Seperti yang saya/gw/aku (apa aja bolehlah-sebutan orang pertama tunggal) sebutkan dalam Favorite Quotations milik gw di FB: Kehilangan teman apalagi sahabat begitu menyakitkan. Bila terjadi berkali-kali, kau akan mati. Setidaknya menurut gw itu benar, karena gw pernah merasakannya. Eh, tapi bukan itu topik kali ini... Maaf, maaf, jadi melenceng. Hanya saja gw pada kesempatan ini ingin meminta kepada teman-teman gw (di FB) untuk tidak mem-block atau delete gw dari akun FB, cukup dengan fitur hide maka post mengganggu dari gw akan tidak ada lagi di news feed/ home FB kalian. Kalau tidak tahu caranya, silakan tanya di bawah blog ini melalui komentar (terutama bagi yang bukan friend FB saya) atau melalui FB.
Kembali ke topik utama. Mengikuti kuis adalah hal yang menyenangkan bila menang. Bila kalah? Tahu sendiri lah, sedih sampai tidak terima kalah adalah perasaan-perasaan wajar yang dapat timbul di diri siapa saja.
Kuis itu sendiri adalah sarana promosi bagi para penyelenggaranya. Kok promosi sih? Bukannya kuis adalah bagi-bagi hadiah gratis? Coba tanya Oom Google dulu. . . . . . Oke, nggak ketemu. Apa gw salah keyword? Nggak apa-apa, pakai pengertian dari gw saja, huehehehe.
Mari kita telusuri. Kuis memang berguna untuk mendapat gratisan bagi para pengikutnya (hmm, bahasanya agak aneh, pengikut gitu? Anggap saja 'orang yang mengikuti kuis'='pengikut kuis'). Mari kita pikirkan bersama-sama keuntungan bagi si penyelenggara kuis. Apakah para penyelenggara kuis itu murni ingin bagi-bagi hadiah? Ada kemungkinan jawabannya adalah iya. Jika bukan murni ingin bagi-bagi hadiah, keuntungan apa yang didapat para penyelenggara kuis?
Untuk mengikuti kuis, kita perlu mencari tahu seluk beluk mengenai kuis tersebut. Syarat dan ketentuan dari kuis yang akan kita ikuti adalah syarat minimal yang harus kita ketahui, dengan membaca maupun diberi tahu teman. Nah, dalam mencari syarat dan ketentuan ini, bukankah kita harus membuka web/fan page dari si penyelenggara kuis? Dengan begitu kita melihat update produk dan promosi lainnya dari si penyelenggara kuis, jika misalnya mereka menjual produk/jasa. Perhatikan, melihat gambar jus saja bisa membuat kita haus dan tiba-tiba ingin membeli jus tersebut.
Ada lagi, dengan mengikuti kuis dan membagikannya kepada teman-teman (share di FB atau social media lain), kita membantu dalam penyebaran promosi yang sedang berlangsung sehingga dilihat oleh banyak orang. Kemudian, beberapa kuis juga dibuat dengan syarat harus membeli produk tertentu, kadang-kadang dengan nominal tertentu. Kalau seperti itu tentu sudah sangat jelas keuntungannya bagi si penyelenggara kuis. Cara tersebut legal kok. Keputusan ada di tangan kita untuk mengikuti atau tidak kuis-kuis dengan berbagai aturan itu.
Waktu gw tanya tentang suatu game, teman gw berkata, "Ini gw bukan promosi ya, tapi coba main aja dulu. Kalau suka kita main bareng-bareng."
Bukan game-nya yang akan gw bahas tapi lagi-lagi tentang promosi. Menurut gw, promosi itu wajar kok dan layak dilakukan agar produk atau hal terutama yang kita sukai dapat terus ada. Mengikuti dan menyebarkan kuis adalah salah satu caranya.
'Promosi dapat kita lakukan untuk mendukung hal yang kita sukai baik dibayar maupun tidak.'
-Astrid K.-
Banyak, bahkan hampir semua, kuis memberi syarat untuk membagikan info kuis mereka dengan tombol share di Facebook. Dengan begitu, tentu saja hasil share muncul di timeline kita dan dapat terlihat oleh teman-teman kita di seantero jagad raya (asal dia adalah friend kita di FB).
Pengalaman gw, beberapa teman mungkin tidak akan memberikan toleransi bagi share dan keputusan akhir adalah unfriend. Berbulan-bulan yang lalu, gw kehilangan 5 teman di FB mungkin karena mereka unfriend atau paling parahnya nge-block FB gw... Hiks... Sayangnya gw nggak tahu 5 orang itu siapa. Let it go.
Seperti yang saya/gw/aku (apa aja bolehlah-sebutan orang pertama tunggal) sebutkan dalam Favorite Quotations milik gw di FB: Kehilangan teman apalagi sahabat begitu menyakitkan. Bila terjadi berkali-kali, kau akan mati. Setidaknya menurut gw itu benar, karena gw pernah merasakannya. Eh, tapi bukan itu topik kali ini... Maaf, maaf, jadi melenceng. Hanya saja gw pada kesempatan ini ingin meminta kepada teman-teman gw (di FB) untuk tidak mem-block atau delete gw dari akun FB, cukup dengan fitur hide maka post mengganggu dari gw akan tidak ada lagi di news feed/ home FB kalian. Kalau tidak tahu caranya, silakan tanya di bawah blog ini melalui komentar (terutama bagi yang bukan friend FB saya) atau melalui FB.
Kembali ke topik utama. Mengikuti kuis adalah hal yang menyenangkan bila menang. Bila kalah? Tahu sendiri lah, sedih sampai tidak terima kalah adalah perasaan-perasaan wajar yang dapat timbul di diri siapa saja.
Kuis itu sendiri adalah sarana promosi bagi para penyelenggaranya. Kok promosi sih? Bukannya kuis adalah bagi-bagi hadiah gratis? Coba tanya Oom Google dulu. . . . . . Oke, nggak ketemu. Apa gw salah keyword? Nggak apa-apa, pakai pengertian dari gw saja, huehehehe.
Mari kita telusuri. Kuis memang berguna untuk mendapat gratisan bagi para pengikutnya (hmm, bahasanya agak aneh, pengikut gitu? Anggap saja 'orang yang mengikuti kuis'='pengikut kuis'). Mari kita pikirkan bersama-sama keuntungan bagi si penyelenggara kuis. Apakah para penyelenggara kuis itu murni ingin bagi-bagi hadiah? Ada kemungkinan jawabannya adalah iya. Jika bukan murni ingin bagi-bagi hadiah, keuntungan apa yang didapat para penyelenggara kuis?
Untuk mengikuti kuis, kita perlu mencari tahu seluk beluk mengenai kuis tersebut. Syarat dan ketentuan dari kuis yang akan kita ikuti adalah syarat minimal yang harus kita ketahui, dengan membaca maupun diberi tahu teman. Nah, dalam mencari syarat dan ketentuan ini, bukankah kita harus membuka web/fan page dari si penyelenggara kuis? Dengan begitu kita melihat update produk dan promosi lainnya dari si penyelenggara kuis, jika misalnya mereka menjual produk/jasa. Perhatikan, melihat gambar jus saja bisa membuat kita haus dan tiba-tiba ingin membeli jus tersebut.
Ada lagi, dengan mengikuti kuis dan membagikannya kepada teman-teman (share di FB atau social media lain), kita membantu dalam penyebaran promosi yang sedang berlangsung sehingga dilihat oleh banyak orang. Kemudian, beberapa kuis juga dibuat dengan syarat harus membeli produk tertentu, kadang-kadang dengan nominal tertentu. Kalau seperti itu tentu sudah sangat jelas keuntungannya bagi si penyelenggara kuis. Cara tersebut legal kok. Keputusan ada di tangan kita untuk mengikuti atau tidak kuis-kuis dengan berbagai aturan itu.
Waktu gw tanya tentang suatu game, teman gw berkata, "Ini gw bukan promosi ya, tapi coba main aja dulu. Kalau suka kita main bareng-bareng."
Bukan game-nya yang akan gw bahas tapi lagi-lagi tentang promosi. Menurut gw, promosi itu wajar kok dan layak dilakukan agar produk atau hal terutama yang kita sukai dapat terus ada. Mengikuti dan menyebarkan kuis adalah salah satu caranya.
'Promosi dapat kita lakukan untuk mendukung hal yang kita sukai baik dibayar maupun tidak.'
-Astrid K.-
Langganan:
Postingan (Atom)